Rasulullah saw. bersabda,
“Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya
orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah
karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu
banyak sekali, tetapi kalian seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa
takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu
penyakit wahn.” Seseorang bertanya,
“Apakah wahn itu?” Beliau menjawab,
“Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).
Hadits diatas telah
menggambarkan bagaimana umat Islam saat ini. Jika jumlah kita (muslim) saat ini
adalah mayoritas di seluruh penjuru negeri, namun penyakit wahn itu telah melanda hati para umat Islam nya.
Saat ini umat Islam sibuk
dengan dunia, dan bahkan apakah masih terpikirkan sedikit saja tentang kehidupannya
nanti kelak di akhirat? Berbondong-bondong mencari kekuasaan dan jabatan
dikancah dunia perpolitikan tanpa tujuan yang jelas saat menduduki bangku
jabatannya. Menghalalkan segala cara demi memperoleh kekayaan/harta dengan
mencuri, merampok, dan bahkan membunuh. Membenarkan apapun demi
ketenaran/keeksisan melalui media sosial yang ada. Memberlakukan suatu
ketetapan dengan jalan apapun dengan berdalih hak asasi manusia meskipun
maksiat yang terjadi. Melakukan berbagai cara dan upaya sehingga umat Islam
takut kepada agamanya sendiri, dengan memfitnah para ustadznya, melakukan perpecahan
antar golongan sesama umat muslim. Musik-musik lebih asik diperdengarkan oleh
kalangan pemudanya daripada mendengarkan murottal Al-Qur’an. Konser-konser yang
mendekati kemaksiatan lebih senang dihadiri daripada majlis-majlis ta’lim di
mesjid. Memperlihatkan kecantikan dan keelokan tubuh lebih diikuti daripada
menutup aurat.
Contoh diatas adalah
sebagian kecil dari kesibukan negatif yang banyak dilakukan oleh umat Islam
dalam penyakit wahn ini. Selain itu,
ada kesibukan positif namun berujung negatif terhadap agama, diantaranya adalah:
1.
Orang-orang muslim yang berstatus sebagai tenaga pendidik
yang hanya sekedar menyampaikan saja, tanpa benar-benar mendidik dalam hal
aqidah dan akhlak peserta didiknya. Bahkan, karena sudah terkena suatu paham
yang jauh dengan Islam, tenaga pendidik ini menyebarkan nilai-nilai yang jauh
dari Islam kepada peserta didiknya.
2.
Orang-orang muslim yang terfokus dalam mencari dan
meningkatkan karier pribadinya, sehingga lupa lingkungan disekitarnya bahkan
lupa pada hakikatnya dia diciptakan dan berada di dunia ini.
Kemudahan akses komunikasi
di era digital ini, dengan tidak menghilangkan kebermanfaatannya bagi umat
Islam, namun hal ini pun menjadi salah satu dampak negatif disaat kebanyakan
orang melirik gadget yang ada
ditangannya, daripada membaca Al-Qur’an, membaca buku yang dapat mendukung
kemaslahatan umat dan pergerakan dakwah, dan bahkan kurangnya kepedulian
terhadap lingkungan sekitar.
Hal yang paling mendasar
dari problematika umat saat ini adalah kebobrokan aqidah dan akhlak generasi
penerusnya.
Meski demikian, sebagian
umat muslim sedang mempersiapkan kemenangan Islam dengan studi-studi dan
kerja-kerja yang akan mendukung kemenangan itu tercapai.
Wallahu ‘alam.
Komentar
Posting Komentar