Hal ini terdapat dalam firman Allah SWT Q.S. Asy-Syuára : 214.
2. Memulai dari anak-anak
Seorang dai hendaklah memulai dakwahnya kepada anak-anak sebelum kepada orang tua. Demikian itu karena anak-anak belum terasuki oleh pemikiran dan perilaku tertentu sehingga bisa langsung memasuki fase pembentukan kepribadian dengan nilai-nilai serta tradisi islami tanpa harus membersihkan perilaku dan kebiasaan jahiliyah. Tapi ini bukan berarti kita mengabaikan dakwah kepada orang tua. Hanya saja maksudnya, anak-anak dan remaja cenderung menerima ajakan dakwah lebih cepat dibanding yang lain.
3. Memulai dari orang-orang yang rendah hati
Orang yang rendah hati lebih berpotensi menerima kebenaran, sedangkan orang yang sombong lebih cenderung untuk menolaknya.
4. Memulai dari orang-orang terpelajar
Orang yang terpelajar lebih mampu untuk menentukan pendapat dan memilih pemikiran daripada orang lain yang berada di bawahnya. Orang yang memilih suatu pendapat atau ajaran dengan penuh kesadaran, biasanya akan setia dengan kepercayaannya itu. Disamping itu, orang-orang terpelajarlah yang selalu menjadi rebutan sejumlah gerakan untuk dimasukkan ke dalam golongannya.
5. Memulai dari mereka yang belum menganut aliran tertentu
Orang yang belum menjadi penganut aliran tertentu berada ditengah-tengah diantara kelompok dan aliran-aliran itu. Membutuhkan waktu yang berlipat ganda jika kita ingin memindahkan orang yang sudah mempunyai aliran tertentu, dibanding dengan orang yang belum mempunyai aliran. Perlu diketahui juga bahwa orang yang sudah mempunyai aliran apabila berubah kepercayaannya dengan sukarela dan penuh kemantapan maka dia akan berubah menjadi juru dakwah dengan kmampuan yang luas dan kesiapan yang matang. Namun hal ini hanya sedikit sekali.
6. Memulai dari saudara seprofesi
Mulailah berdakwah kepada saudara seprofesi sebelum yang lainnya, karena saudara seprofesi cenderung kooperatif, banyak waktu untuk berkomunikasi, dan banyak waktu untuk bersama. Ketika seorang dai dihiasi dengan perilaku yang bersih dan jauh dari rasa persaingan yang bersifat duniawi, maka dia berpotensi besar untuk menjalin komunikasi yang baik dengan saudara-saudaranya dan memengaruhinya.
Komentar
Posting Komentar