Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Kaidah Dakwah 6

[RESUME] Buku : QOWAÍDUD DA’WAH ILALLAH Penulis : Dr. Hammam Abdurrahim Said Kaidah 6 dai adalah cermin dan contoh nyata bagi dakwahnya Seorang dai menjadi cermin dan saksi bagi dakwahnya. Dengan cerminan ini, masyarakat menjadi menerima dakwah ataupun menolaknya. Apabila perilaku seorang dai jauh dari ajaran islam, maka hal itu justru dapat menjadi fitnah yang bisa membuat masyarakat semakin menjauhi agama islam dan membuat orang menjadi tidak tertarik dengan islam. Apabila agama islam memang benar maka kebenarannya akan terpancar pada pemeluk-pemeluknya. Ali bin Abu Thalib berkata “Sebaik-baik perkataan adalah yang diamalkan dan sebaik-baik kebenaran adalah yang dikatakan”. Kehidupan seorang dai, baik secara pribadi maupun sosial akan menjadi perhatian masyarakat. Maka dari itu, sebelum dai menyampaikan kepada madú nya untuk meninggalkan hal-hal yang kurang baik, daí harus sudah terlebih dahulu meninggalkan perbuatan tersebut.

Kaidah Dakwah 5

[RESUME] Buku : QOWAÍDUD DA’WAH ILALLAH Penulis : Dr. Hammam Abdurrahim Said Kaidah 5 dai wajib mengoptimalkan upaya manusiawi sambil memohon bantuan Rabbani Allah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah : 286, yang ditafsirkan oleh Al-Qurtubi bahwasannya ibadah apapun yang di bebankan kepada seorang hamba, baik berupa ibadah hati maupun anggota tubuh, ia pasti memiliki kesanggupan untuk melakukannya, dan ibadah itu tentu dapat ia pahami serta sesuai dengan fitrahnya. a.        Pemahaman yang salah. Sebagian orang memahami bahwa yang dimaksud dengan kesanggupan dalam Q.S. Al-Baqarah : 286 ini adalah batas minimal dari apa yang dapat dilakukan oleh seseorang. Padahal seorang dai harus mengerahkan segala kemampuannya sekuat mungkin, dan jerih payahnya harus semakin bertambah seiring dengan bertambahnya hari. Kemampuan besar seorang dai akan menjadi sia-sia apabila tidak dipergunakan untuk jalan kebenaran dan jalan dakwah. Allah menciptakan manus...

Kaidah Dakwah 4

[RESUME] Buku : QOWAÍDUD DA’WAH ILALLAH Penulis : Dr. Hammam Abdurrahim Said Kaidah 4 dai wajib mencapai level mubalig a.        Dai adalah mubalig andal. Penyampaian amanat Allah mesti disampaikan dengan terang, Allah berfirman dalam Q.S. An-Nahl : 35, Q.S. Al-Ahzab : 39. Ketika orang-orang menentang dan berpaling dari keimanan, maka para nabi semakin tegar dan teguh untuk menjadi seorang mubalig, seperti dalam kisah kaum nabi Shaleh dalam Q.S. Al-Araf : 79 b.       Seorang dai harus mencapai level mubalig. Q.S. Al-Maidah : 67. Al Qurtubi mengatakan “Peringatan Allah ini bertujuan untuk mendidik Rasulullah dan para pembawa ilmu dari umatnya, agar mereka tidak menyembunyikan ajaran-ajaran agamanya. Al-Balagh bukan berarti hanya sekedar pengumuman atau memberitahukan, melainkan bermaksud untuk menyampaikan risalah Allah ini kepada manusia” c.        Seorang dai harus menyamp...

Kaidah Dakwah 3

[RESUME] Buku : QOWAÍDUD DA’WAH ILALLAH Penulis : Dr. Hammam Abdurrahim Said Kaidah 3 pahala diperoleh karena berdakwah bukan karena hasilnya a.        Pahala diperoleh karena berdakwah Bagi orang yang berkeyakinan bahwa pahala dakwah tergantung dari hasil yang tampak secara riil, maka dakwah diserupakan dengan pekerjaan duniawi, yang dilihat dari hasil akhirnya. Padahal apabila keberhasilan dakwah disamakan dengan pekerjaan duniawi yang dilihat dari hasil akhirnya, berarti banyak nabi yang bisa dianggap gagal. Tetapi tentunya tidak demikian, para nabi tidak dianggap gagal, meskipun hanya sedikit orang yang beriman kepada dakwahnya. Allah SWT berfirman dalam Q.S. Asy-Syura :48, Q.S. An-Nahl : 35 dan Q.S. An-Nur :54. Seorang dai tidak dituntut hasil, karena urusan hidayah adalah di tangan Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Al-Qashash : 56. b.       Tak usah bersedih saat banyak yang berpaling Seorang dai t...

Kaidah Dakwah 2

[RESUME] Buku : QOWAÍDUD DA’WAH ILALLAH Penulis : Dr. Hammam Abdurrahim Said Kaidah 2 hidayah Allah dari tanganmu lebih baik dari unta merah “Bersabarlah sebentar, hingga kamu sampai di wilayah mereka, kemudian serulah mereka untuk masuk islam dan beri tahukan kepada mereka apa-apa yang wajib bagi mereka. Demi Allah, hidayah Allah dari tanganmu lebih baik dari unta merah” (HR. Bukhari) 1.       Dakwah merupakan upaya untuk menyelamatkan seseorang dari api neraka. Maka pahala bagi para dai di sisi Tuhannya sangatlah besar sesuai dengan kadar perjuangannya. 2.   Setiap kebaikan yang dia lakukan setelah mendapat hidayah atas kehendak Allah, semuanya disebabkan oleh dai yang membimbing dan menunjukkan jalan kepadanya. Dan dai mendapat pahala sebagaimana pahala orang yang melakukannya tanpa dikurangi sedikit pun pahalanya. 3.      Orang yang mendapatkan petunjuk lewat perantara seorang dai, maka dia akan mendukung dai tersebut untuk m...

Kaidah Dakwah 1

[RESUME] Buku : QOWAÍDUD DA’WAH ILALLAH Penulis : Dr. Hammam Abdurrahim Said Kaidah 1 dakwah adalah jalan keselamatan dunia akhirat a.        Dakwah adalah puncak dari ibadah kepada Allah Sebagaimana yang kita ketahui, bahwasannya Allah menciptakan manusia  dan jin melainkan supaya mereka beribadah kepada Allah. Ibadah adalah mengagungkan perintah Allah, dan berdakwah merupakan manifestasi tertinggi dari pengagungan terhadap Allah. Berdakwah berarti menyeru untuk mengikuti suatu pemikiran, mengusung suatu tujuan, dan mengerahkan segala kemampuan untuk hal itu. Berdakwah merupakan bukti kasih sayang seseorang terhadap sesama hamba, karena ketika berdakwah, berarti seorang dai bermaksud untuk mengeluarkan seseorang dari kondisi tak menentu akibat tekanan konvensional menuju keluasan agama, kemuliaannya, dan keluhuran ajarannya yang dapat membahagiakan umat manusia. Selain itu dengan berdakwah, seorang dai bermaksud untuk mengeluarkan umat ma...

Aku dan Dakwah

Dakwah adalah kegiatan memanggil, mengundang, mengajak dan menyeru untuk mengikuti suatu pemikiran, mengusung suatu tujuan ke jalan Allah SWT, yang dilakukan oleh daí (penyeru) dengan tujuan memindahkan madú (penerima dakwah) pada keadaan yang lebih baik dan diridhoi Allah SWT. Menjadi seorang daí adalah amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap orang sebelum seseorang itu menjadi apapun profesinya. Orang yang ditugasi dalam berdakwah bukan hanya orang yang sudah hafal 30 juz, lulusan universitas islam dan anak dari ustad atau ustadzah A dan B, tapi tugas dakwah ini adalah untuk seluruh umat manusia pengikut Nabi Muhammad SAW. “ Sampaikanlah walau hanya satu ayat ” (H.R. Bukhari) Hadits tersebut menerangkan bahwa berdakwah bisa dilakukan oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun. Dakwah adalah cara yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para Rosul yang lain, untuk menyampaikan kehendak Allah SWT, dan menyeru manusia agar selamat dunia dan akhirat. Tanpa adanya dakwah ma...