Dakwah
di jalan Allah dilandasi dengan penuh hikmah dan nasihat yang baik. Diantara
bentuk dakwah yang penuh hikmah adalah dengan mempertimbangkan kondisi dan cara
yang sesuai bagi tiap-tiap orang. Seorang dai yang bijak harus mempertimbangkan
kadar kemampuan madú dan tidak boleh membebaninya di luar batas kemampuan
mereka.
Imam muslim meriwayatkan hadits yang sanadnya sampai kepada ibnu masúd mengatakan “ Jika kamu menyampaikan hadits kepada suatu kaum yang tidak dapat dipahami oleh akal mereka, maka akan menjadi fitnah bagi sebagian mereka”
B. Orang-Orang di Hadapan Kaidah ini terbagi menjadi beberapa kelompok
1. Orang
awam yang tidak belajar
Cara berdakwah dengan
kelompok pertama ini dibutuhkan orang-orang khusus yang dapat berkomunikasi
dengan mereka. Mereka lebih banyak digerakkan dengan perasaan dan insting
daripada oleh akal. Maka dari itu, memberikan kisah-kisah orang shaleh, cerita
para wali, dan peristiwa sejarah yang disampaikan dengan cara bercerita secara
panjang lebar adalah salah satu cara mudah yang mereka pahami.
2. Orang-orang
terpelajar alumni perguruan tinggi dan orang yang setingkat mereka dalam
pengetahuan
Kelompok ini menuntut
penjelasan mendalam, argument, dan kesimpulan. Ketika orang yang tingkatan
keilmuannya lebih rendah berbicara dengan kelompok kedua ini, bisa jadi malah
menimbulkan fitnah.
3. Orang-orang yang spesialis dalam bidang keilmuan tertentu
Seorang dai yang menguasai ilmu agama harus membekali dirinya dengan pengetahuan umum.
Komentar
Posting Komentar