Perencanaan yang matang adalah perencanaan yang mengubah dakwah menjadi seni yang produktif. Sebagaimana sektor yang lain, seorang daí pun hendaknya membuat planning dalam berdakwah. Planning yang sukses akan membawa pada tujuan, didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.
2. Ibadah kepada Allah merupakan tujuan yang paling besar
Sebagaimana firman Allah SWT. dalam Q.S. Adz-Dzariyat : 56, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”
3. Ibadah adalah tujuan individu, golongan dan negara
Sesungguhnya tujuan jamaah umat islam, individu muslim, dan negara islam adalah mewujudkan penghambaan kepada Allah SWT.
4. Wasilah
Wasilah ada yang bersifat langsung dan ada yang tidak langsung. Setiap tujuan yang bersifat parsial mempunyai wasilah tersendiri. Wasilah digunakan dalma bentuk dan uslub yang bermacam-macam. Uslub yang baik membuat wasilah lebih potensial. Memilih uslub yang sesuai merupakan faktor utama dalam keberhasilan amal daáwi. Diantara uslub dakwah adalah lembut dan keras, at-targhib dan at-tarhib, banyak dan sedikit, rahasia dan terang-terangan, individu dan kelompok, sejarah dan deskriptif, akal dan perasaan, derita dan harapan, mengambil dan memberi.
5. Mengumpulkan informasi merupakan dasar dan planning daawi
Seorang daí sudah seharusnya mengumpulkan informasi mengenai lingkungan tempat ia berdakwah, baik informasi perihal ekonomi, sosial, politik, cuaca, alam, atau pemikiran. Demikian pula, seorang daí harus mengetahui pusat-pusat kekuatan dan kelemahan serta harus mengetahui faktor pendukung dan rintangannya.
6. Waktu merupakan unsur penting dalam perencanaan dakwah
Waktu merupakan unsur penting dalam perencanaan dakwah guna menunjukkan kadar keberhasilan atau kegagalan. Melakukan murajaáh dan evaluasi setelah selesainya batas waktu yang direncanakan dapat membantu mengetahui sesuatu yang mungkin atau tidak mungkin, mudah atau sulit. Dengan murajaáh seorang daí dapat menentukan apakah tujuan mesti diajukan atau ditunda, apakah suatu wasilah efektif atau tidak, serta menguak apakah uslub yang dipakai sesuai atau tidak.
7. Mata yang selalu mengawasi
Mutabaah ibaratnya mata yang selalu mengawasi, telinga yang selalu mendengarkan dan tangan yang selalu menguatkan. Perencanaan yang matang terkadang menjadi gagal karena tidak ada mutabaah. Dan perencanaan yang lemah terkadang dapat berhasil dengan mutabaah secara terus-menerus.
Komentar
Posting Komentar