[RESUME]
Buku : QOWAÍDUD
DA’WAH ILALLAH
Penulis : Dr.
Hammam Abdurrahim Said
Kaidah
3 pahala diperoleh karena berdakwah bukan karena hasilnya
a. Pahala
diperoleh karena berdakwah
Bagi orang yang berkeyakinan bahwa pahala dakwah tergantung
dari hasil yang tampak secara riil, maka dakwah diserupakan dengan pekerjaan
duniawi, yang dilihat dari hasil akhirnya. Padahal apabila keberhasilan dakwah
disamakan dengan pekerjaan duniawi yang dilihat dari hasil akhirnya, berarti
banyak nabi yang bisa dianggap gagal. Tetapi tentunya tidak demikian, para nabi
tidak dianggap gagal, meskipun hanya sedikit orang yang beriman kepada
dakwahnya.
Allah SWT berfirman dalam Q.S. Asy-Syura :48, Q.S. An-Nahl : 35 dan Q.S. An-Nur :54. Seorang dai tidak dituntut hasil, karena urusan
hidayah adalah di tangan Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Al-Qashash :
56.
b. Tak
usah bersedih saat banyak yang berpaling
Seorang dai tidak seharusnya merasa tertekan dan
kalut ketika orang-orang berpaling dan tidak mau beriman. Allah SWT berfirman
dalam Q.S. Al-Baqarah :272, Q.S. Al-Kahfi : 6, Q.S. Fathir : 8, dan Q.S. An-Naml : 70. Jadi,
ketika orang-orang sudah tidak mau menerima petunjuk setelah disampaikan kepada
mereka dengan sungguh-sungguh, maka para dai tidak berdosa. Sungguh Allah tidak
membebani seseorang diluar batas kemampuannya.
c. Jangan
terburu-buru melihat hasil
Al-Qurán telah menegaskan tentang tidak adanya
keterkaitan antara dakwah dan penerimaan orang yang didakwahi. Sebagaimana
Allah berfirman dalam Q.S. Yusuf : 110 bahwasannya pertolongan Allah akan
datang dalam kondisi yang sulit, terjepit dan benar-benar sedang menunggu
pertolongan dari-Nya.
d. Para
dai tetap dituntut untuk berikhtiar maksimal
Semua itu bukan berarti para dai tidak dituntut
untuk mengerahkan segala jerih payahnya dan menggunakan sebaik-baik
kemampuannya untuk berdakwah.

Komentar
Posting Komentar