Langsung ke konten utama

Kaidah Dakwah 5

[RESUME]

Buku : QOWAÍDUD DA’WAH ILALLAH
Penulis : Dr. Hammam Abdurrahim Said

Kaidah 5 dai wajib mengoptimalkan upaya manusiawi sambil memohon bantuan Rabbani

Allah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah : 286, yang ditafsirkan oleh Al-Qurtubi bahwasannya ibadah apapun yang di bebankan kepada seorang hamba, baik berupa ibadah hati maupun anggota tubuh, ia pasti memiliki kesanggupan untuk melakukannya, dan ibadah itu tentu dapat ia pahami serta sesuai dengan fitrahnya.

a.       Pemahaman yang salah.
Sebagian orang memahami bahwa yang dimaksud dengan kesanggupan dalam Q.S. Al-Baqarah : 286 ini adalah batas minimal dari apa yang dapat dilakukan oleh seseorang. Padahal seorang dai harus mengerahkan segala kemampuannya sekuat mungkin, dan jerih payahnya harus semakin bertambah seiring dengan bertambahnya hari. Kemampuan besar seorang dai akan menjadi sia-sia apabila tidak dipergunakan untuk jalan kebenaran dan jalan dakwah. Allah menciptakan manusia dan membekalinya dengan banyak  potensi.

b.      Para sahabat selalu menggunakan standar kesanggupan.
Kemauan yang kuat dengan mengerahkan segala kemampuan mampu mengalahkan sakit dan rintangan. Demikian pula sebaliknya, kemauan yang lemah, meskipun disertai dengan segala piranti dan potensi, tidak akan dapat berbuat apa-apa.

c.       Kemampuan dan kemauan.
Kemampuan sangat dipengaruhi oleh keinginan pribadi yang kuat. Ketika keinginan ini tidak ada, maka seseorang menjadi tidak mampu.
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah” (H.R. Muslim dan Ibnu Majah)
Perasaan tidak mampu dan lemah yang terdengar dari para dai hanya akan menyia-nyiakan kemampuan dan memperlambat laju dakwah.

d.      Batasan dan standar kesanggupan.
Allah berfirman dalam Q.S. At-Taubah : 41 “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat,”. Diantara kondisi yang mempengaruhi berat dan ringannya aktivitas dakwah adalah sebagai berikut :
1.      Ringan karena sedang giat, dan berat karena tantangannya sulit.
2.   Ringan karena beban tanggungan keluarga sedikit, dan berat karena beban tanggungan keluarga sangat banyak.
3.      Ringan karena ketersediaan amunisi, dan berat karena ketidakadaannya.
4.      Ringan karena naik kendaraan, dan berat karena berjalan kaki.
5.      Ringan karena masih muda, dan berat karena sudah tua.
6.      Ringan karena dalam kondisi energik, dan berat karena kegemukan.
7.      Ringan karena dalam keadaan sehat, dan berat karena sedang sakit.

e.       Dakwah adalah jihad di jalan Allah.
Berjihad di jalan Allah bukan hanya dalam bentuk perang saja, melainkan mempunyai makna yang lebih luas. Salah satu bentuk berjihad di jalan Allah itu adalah dengan berdakwah. Allah berfirman dalam Q.S. At-Taubah : 122.

f.       Kasih sayang.
Rasa khawatir tidak melakukan kewajiban dengan baik yang terdapat dalam hati seseorang padahal dia telah berusaha semaksimal mungkin dalam bertaqwa merupakan salah satu tingkatan dalam golongan ash-shiddiqin, dan Allah telah menjelaskan bahwa rasa takut itu disebabkan karena mereka sadar betul bahwa mereka akan kembali kepada Allah. Sungguh, ini merupakan sifat mulia yang dapat membawa pemiliknya pada tingkatan tinggi dan membuat jiwa-jiwa mereka menjadi bersih dari rasa riya’dan sumáh.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaidah Dakwah 1

[RESUME] Buku : QOWAÍDUD DA’WAH ILALLAH Penulis : Dr. Hammam Abdurrahim Said Kaidah 1 dakwah adalah jalan keselamatan dunia akhirat a.        Dakwah adalah puncak dari ibadah kepada Allah Sebagaimana yang kita ketahui, bahwasannya Allah menciptakan manusia  dan jin melainkan supaya mereka beribadah kepada Allah. Ibadah adalah mengagungkan perintah Allah, dan berdakwah merupakan manifestasi tertinggi dari pengagungan terhadap Allah. Berdakwah berarti menyeru untuk mengikuti suatu pemikiran, mengusung suatu tujuan, dan mengerahkan segala kemampuan untuk hal itu. Berdakwah merupakan bukti kasih sayang seseorang terhadap sesama hamba, karena ketika berdakwah, berarti seorang dai bermaksud untuk mengeluarkan seseorang dari kondisi tak menentu akibat tekanan konvensional menuju keluasan agama, kemuliaannya, dan keluhuran ajarannya yang dapat membahagiakan umat manusia. Selain itu dengan berdakwah, seorang dai bermaksud untuk mengeluarkan umat ma...

Doá

hampa... dikala tangan ini tak pernah diangkat untuk meminta kepada-Mu hampa... dikala wajah ini tak pernah bersujud pada-Mu disetiap kehidupan selalu ada cita. namun, terkadang sulit untuk tercapai. wahai diri ketahuilah... tak ada yang tak mungkin ketika memohon kepada-Nya, DOA... lantunkanlah setiap saat karena hanya dengan DOA disana terdapat harapan. harapan yang harus kau gantungkan pada-Nya... in sya Allah...

Wahai Kau Aktivis Dakwah

1.       Aktivis itu harus sering meluruskan niat. 2.       Aktivis itu harus siap di tempatkan dimanapun. 3.       Aktivis itu harus mau berbagi. 4.       Aktivis itu harus menerima saran dan kritik. 5.       Aktivis itu harus bergerak bukan menunggu digerakkan. 6.       Aktivis itu harus selalu berkontribusi dengan baik dimanapun berada. 7.       Aktivis itu ……………………