Langsung ke konten utama

Aku dan Dakwah


Dakwah adalah kegiatan memanggil, mengundang, mengajak dan menyeru untuk mengikuti suatu pemikiran, mengusung suatu tujuan ke jalan Allah SWT, yang dilakukan oleh daí (penyeru) dengan tujuan memindahkan madú (penerima dakwah) pada keadaan yang lebih baik dan diridhoi Allah SWT.
Menjadi seorang daí adalah amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap orang sebelum seseorang itu menjadi apapun profesinya. Orang yang ditugasi dalam berdakwah bukan hanya orang yang sudah hafal 30 juz, lulusan universitas islam dan anak dari ustad atau ustadzah A dan B, tapi tugas dakwah ini adalah untuk seluruh umat manusia pengikut Nabi Muhammad SAW.
Sampaikanlah walau hanya satu ayat” (H.R. Bukhari)
Hadits tersebut menerangkan bahwa berdakwah bisa dilakukan oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun.
Dakwah adalah cara yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para Rosul yang lain, untuk menyampaikan kehendak Allah SWT, dan menyeru manusia agar selamat dunia dan akhirat. Tanpa adanya dakwah maka dunia ini akan gelap, tidak tau arah tujuan hidup, tidak tau fungsi penciptaan alam semesta (manusia, hewan, tumbuhan, tata surya dsb), dan tidak tau bagaimana interaksi yang seharusnya dilakukan oleh yang diciptakan dengan Allah SWT (yang menciptakan).
Meskipun dakwah ini boleh dilakukan oleh siapapun, namun pemahaman akan ilmu yang disampaikan tetap harus dicari. Pada dasarnya berdakwah harus disertai ilmu dan pembelajaran yang baik dan benar.
Banyak hal yang didapatkan dijalan dakwah ini, bukan hanya kesenangan yang didapatkan, kesedihan terkadang menyertai. Namun, pada saat itu merasakan dekatnya dengan sang pencipta, dan semakin kagum dengan Rasulullah SAW disaat membela agama islam. Dakwah adalah sarana passive income atau amal jariyah.
Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang berdoá kepadanya.” (H.R. Muslim)
Saat seseorang berdakwah, maka ada ilmu yang disampaikan, ada ilmu yang bermanfaat diajarkan. Selama orang-orang yang pernah mendapatkan ilmu itu terus beramal, maka pahala bagi yang berdakwah juga akan terus mengalir tanpa mengurangi pahala yang melaksanakannya, meskipun ketika kita sudah meninggal.
Indahnya tali persaudaraan diantara sesama pejuang dakwah atau seringkali disebut dengan manisnya ukhuwah selalu menyertai di setiap perjalanan para pendakwah. Persaudaraan yang semakin meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dijalan dakwah inilah, persaudaraan, persahabatan dan pertemanan menjadi lebih berarti, karena semuanya dilandasi dengan “Lillah …”
Waktu yang harus diluangkan untuk berdakwah, bukan menjadi penghambat bagi kegiatan-kegiatan yang lainnya. Ketika seseorang berjuang di jalan Allah SWT, maka segala urusannya biarlah Allah yang mengaturnya, kemudahan akan dia dapatkan.
Jalan dakwah ini tidak ditaburi dengan bunga-bunga yang indah seperti di taman-taman kota, tetapi jalan dakwah ini merupakan suatu jalan yang sangat susah dan sangat panjang perjalanannya. Dakwah adalah memperjuangkan yang hak dan memberantas yang batil. Dakwah memerlukan kesabaran dan ketekunan, karena sesungguhnya dakwah adalah hal yang berat, maka sedikit orang-orang yang bertahan di jalan ini. Dakwah memerlukan kemurahan hati, pemberian dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil yang segera tanpa putus asa dan putus harapan. Dakwah memerlukan usaha dan kerja yang tiada putusnya, lalu hasilnya diserahkan kepada Allah SWT di waktu yang dikehendakinya.
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (Q.S. Al-Qashash : 56)
Berdakwah tidak hanya dilakukan di mesjid ketika khutbah jumát atau selesai sholat, berdakwah tidak hanya dilakukan disebuah stasiun televisi dalam program keislaman, dan berdakwah tidak hanya dilakukan oleh seorang dosen atau guru agama di dalam kelas. Namun berdakwah bisa dimulai dari hal yang kecil seperti mengajak teman untuk sholat dhuha, men-share taujih dari official account keislaman kepada grup sosial media, mengikuti organisasi keislaman di sekolah maupun di kampus dan aktif dalam kegiatan-kegiatan agama islam yang lainnya seperti mentoring.
Dakwah telah merubah hidupku menjadi lebih baik.
Dakwah mendekatkan ku dengan Sang Maha Pencipta.
Dakwah mengajariku apa itu ukhuwah.
Dakwah mengajariku pentingnya amal jamaí
Dakwah mengajariku menjadi hamba yang ikhlas terhadap setiap ketentuan-Nya.
Dakwah mengajariku tentang ketekunan dan kesabaran menanti kemenangan.
Dakwah mengajariku untuk membalas keburukan dengan kebaikan.
Dan dakwah mengajariku bagaimana menjadikan dunia ini ada dalam genggaman tanganku…bukan pada hatiku…
Dan jalan inilah yang kupilih, bagaimana dengan mu?

Oleh : Fitri

REFERENSI
Buku Super Mentor (M. Arief Rahman)
Buku Qowaídud Da’wah Ilallah (Dr. Hammam Abdurrahim Said)
Buku Jalan Dakwah (Mustafa Masyhur)

www.dakwatuna.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaidah Dakwah 1

[RESUME] Buku : QOWAÍDUD DA’WAH ILALLAH Penulis : Dr. Hammam Abdurrahim Said Kaidah 1 dakwah adalah jalan keselamatan dunia akhirat a.        Dakwah adalah puncak dari ibadah kepada Allah Sebagaimana yang kita ketahui, bahwasannya Allah menciptakan manusia  dan jin melainkan supaya mereka beribadah kepada Allah. Ibadah adalah mengagungkan perintah Allah, dan berdakwah merupakan manifestasi tertinggi dari pengagungan terhadap Allah. Berdakwah berarti menyeru untuk mengikuti suatu pemikiran, mengusung suatu tujuan, dan mengerahkan segala kemampuan untuk hal itu. Berdakwah merupakan bukti kasih sayang seseorang terhadap sesama hamba, karena ketika berdakwah, berarti seorang dai bermaksud untuk mengeluarkan seseorang dari kondisi tak menentu akibat tekanan konvensional menuju keluasan agama, kemuliaannya, dan keluhuran ajarannya yang dapat membahagiakan umat manusia. Selain itu dengan berdakwah, seorang dai bermaksud untuk mengeluarkan umat ma...

Doá

hampa... dikala tangan ini tak pernah diangkat untuk meminta kepada-Mu hampa... dikala wajah ini tak pernah bersujud pada-Mu disetiap kehidupan selalu ada cita. namun, terkadang sulit untuk tercapai. wahai diri ketahuilah... tak ada yang tak mungkin ketika memohon kepada-Nya, DOA... lantunkanlah setiap saat karena hanya dengan DOA disana terdapat harapan. harapan yang harus kau gantungkan pada-Nya... in sya Allah...

Wahai Kau Aktivis Dakwah

1.       Aktivis itu harus sering meluruskan niat. 2.       Aktivis itu harus siap di tempatkan dimanapun. 3.       Aktivis itu harus mau berbagi. 4.       Aktivis itu harus menerima saran dan kritik. 5.       Aktivis itu harus bergerak bukan menunggu digerakkan. 6.       Aktivis itu harus selalu berkontribusi dengan baik dimanapun berada. 7.       Aktivis itu ……………………