“Dakwah ! Aku memilihmu”
“Dan
tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah
kepada-Ku.” (Q.S. Adz Dzariyat : 56)
Kita
mengetahui bahwasannya segala sesuatu yang sudah tertulis dalam Al-Qur’an,
tidak dapat kita ragukan lagi kebenarannya dan perlu kita taati. Sami’na wa atho’na. Dari siapa kita
dilahirkan, dimana kita dilahirkan, hingga saat ini kita berpijak dan memegang
suatu jabatan, pada akhirnya semua yang kita lakukan itu harus didasari dengan
beribadah kepada Allah SWT.
Sering
kita melihat orang-orang pada masa sekarang ini, melakukan sesuatu untuk
mendapatkan sesuatu. Tidak sama sekali didasari dengan ke ikhlasan. Banyak yang
diharapkan, entah itu dunia, popularitas, wanita, harta dan benda.
Melirik
sekilas tentang hakikat dakwah Rasulullah SAW adalah mentauhidkan Allah.
Memanggil, mengundang, mengajak dan menyeru manusia, salah satunya untuk senantiasa
melihat kembali tujuan penciptaan manusia berdasarkan Q.S. Adz Dzariyat : 56
diatas. Sebagaimana kita mengetahui, bahwa gerbang masuk islam adalah dengan
dua kalimat syahadat, kita perlu dalami dan pahami maksud dari dua kalimat
syahadat yang artinya “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku
bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah”. Dengan syahadat inilah kita
menuntaskan perdebatan, bahwa penghambaan kita hanya untuk Allah SWT.
Manusia
adalah makhluk ciptaan Allah yang sudah digariskan kehidupan oleh-Nya. Hamba Allah
senantiasa selalu berusaha untuk menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan dan
fungsi penciptaan manusia salah satunya berdasarkan dengan Q.S. Al-Baqarah : 30
dan Q.S. Adz Dzariyat : 56. Setiap aktivitas yang di jalani di dunia ini, hanya
semata-mata 1) beribadah kepada Allah, 2) menolong agama Allah, dan 3) mencari
ridho-Nya.
Dakwah.
Jalan yang kupilih sebagai salah satu bentuk penghambaan diri ini terhadap Dzat
yang Maha Kuasa, suatu ibadah yang mudah-mudahan Allah meridhoi-Nya. Aktivitas
yang ketiganya sudah terpenuhi, perlu di garap dengan sungguh-sungguh dan di
kemas secara menarik melalui semua lapisan bidang kehidupan.
Dakwah
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh da’i (penyeru) dengan tujuan memindahkan
mad’u (penerima dakwah) pada keadaan yang lebih baik dan diridhoi Allah SWT.
Tanpa dakwah, kita tidak akan pernah tau bagaimana mengenal Allah yang telah
menciptakan kita, bagaimana beribadah kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, hingga
kembali kepada-Nya dengan khusnul khotimah.
Tugas
dakwah ini adalah tugas para Rosul Allah, sebagaimana kita mengetahui bahwa
tugas para Rosul adalah menyampaikan risalah/syariat yang telah diterimanya
dari Allah SWT melalui malaikat Jibril, dan disampaikan kembali kepada manusia.
Saat ini, pengemban dakwah adalah kita, kita selaku umat Rosulullah SAW, maka
bisa dikatakan bahwa pengemban dakwah saat ini adalah meneruskan perjuangan
para Rosul Allah SWT, pewaris dakwah para Rosul.
Tentu
banyak sekali tantangan di jalan dakwah ini, sabda Rosulullah SAW “Surga itu
diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa).” (H.R. Muslim)
Beberapa
tantangan dijalan dakwah diantaranya dimulai dari keluarga yang mungkin tidak
menerima dakwah kita, waktu yang seringkali tidak bisa diatur, jama’ah yang seringkali
berbenturan pendapat, bahkan mad’u yang berbagai macam karakteristiknya.
Begitulah dakwah, tidak ditaburi bunga disetiap jalannya, namun dipenuhi jeruji
dan jalannya sangat terjal.
Dakwah
tidak akan pernah usai hingga kita meraih jannah-Nya, perjuangan ini akan terus
berlanjut. Tantangan disetiap lika-likunya akan terasa nikmat dan manis disaat
kita ikhlas dan hanya meraih ridho-Nya. Allah berfirman dalam Q.S. Muhammad : 7
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari
orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.
Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu
telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan
Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah?
Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah
kemenangan yang besar.” (Q.S. At-Taubah : 111)

Mantap :)
BalasHapus